You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Sumampir
Logo Desa Sumampir
Sumampir

Kec. Rembang, Kab. Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah

KKN UNSOED Dorong Desa Sumampir Memulai GEMA ARTA dan Pengolahan Sampah Organik Metode Berkeley

KKN UNSOED 20 Juli 2026 Dibaca 8 Kali
KKN UNSOED Dorong Desa Sumampir Memulai GEMA ARTA dan Pengolahan Sampah Organik Metode Berkeley

Minggu, 19 Juli 2026 - Mahasiswa KKN Universitas Jenderal Soedirman melaksanakan kegiatan Penyuluhan Pengelolaan Sampah Anorganik Menjadi Harta (GEMA ARTA) dan Pengelolaan Sampah Organik Desa melalui Pembuatan Kompos Cepat Metode Berkeley (Berkeley Method Composting) di Pendopo Bustanul Mimzuma, Desa Sumampir, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga. Kegiatan ini menjadi langkah awal Desa Sumampir dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan melalui pemanfaatan sampah organik dan anorganik agar memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi. Acara dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Desa Sumampir yang diwakili oleh Bapak Ivana S., S.IP, serta perwakilan RT 6, RT 8, dan RT 13 yang turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.

Sebelum penyampaian materi, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test yang didampingi oleh mahasiswa KKN untuk mengetahui tingkat pemahaman awal mengenai pengelolaan sampah. Materi pertama disampaikan oleh Adelia Annafi Pinaring Gusti mengenai pengelolaan sampah organik melalui Pembuatan Kompos Cepat Metode Berkeley (Berkeley Method Composting). Dalam penyampaiannya dijelaskan bahwa metode Berkeley merupakan teknik pengomposan yang mampu menghasilkan kompos dalam waktu relatif singkat dengan memperhatikan komposisi bahan organik, kelembapan, aerasi, dan proses pembalikan secara berkala. Melalui metode ini diharapkan masyarakat dapat mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk kebutuhan pertanian maupun pekarangan rumah.

Setelah materi mengenai kompos cepat, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi Pengelolaan Sampah Anorganik Menjadi Harta (GEMA ARTA) oleh Intan Hasna Fauzani Majid yang membahas pentingnya memilah sampah sejak dari rumah serta memanfaatkan sampah anorganik sebagai sumber nilai ekonomi melalui kegiatan daur ulang maupun pengumpulan ke bank sampah. Program GEMA ARTA diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa sampah bukan sekadar limbah yang harus dibuang, tetapi juga memiliki potensi untuk memberikan manfaat apabila dikelola dengan baik. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi, di mana para tamu undangan aktif menyampaikan pertanyaan, masukan, serta saran terkait penerapan pengelolaan sampah di lingkungan Desa Sumampir. Antusiasme peserta menunjukkan adanya semangat bersama untuk menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan produktif.

Sebagai bentuk evaluasi terhadap efektivitas penyuluhan, peserta kembali mengisi post-test dengan pendampingan mahasiswa KKN untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah mengikuti seluruh rangkaian materi. Hasil kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Desa Sumampir melalui penerapan metode kompos cepat Berkeley dan pengembangan GEMA ARTA sebagai gerakan pemanfaatan sampah anorganik yang bernilai. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa KKN, perwakilan pemerintah desa, dan seluruh peserta sebagai simbol komitmen bersama dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik demi mewujudkan Desa Sumampir yang bersih, sehat, dan berdaya.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan